Menyatukan Ikatan Cinta Dalam Marwah Daulat Pohon

  • Beranda
  • Menyatukan Ikatan Cinta Dalam Marwah Daulat Pohon
Surdi dan Juli saat menanam pohon Flamboyan
Desember 14, 2016 Category: Artikel, Ruang Multi Media

Lombok Utara – Menjalin hubungan asmara dalam era sekarang ini sering kita kenal dengan istilah pacaran, sudah tak asing lagi bagi kaum muda-mudi. Namun ketika hubungan itu mengarah pada satu berkomitmen dan mengucap sumpah sehidup semati dalam satu ikatan pernikahan yang suci, memang bukan perkara yang mudah.
Seperti yang dialamai Surdianto AMd.RS yang akrab disapa Surdi, dengan segenap hati mengukuhkan menjalin asamaranya melalui ikrar suci dengan meminang Juliartini S.TP sebagai pendamping hidupnya.

Kebahagiaan Surdi dan dan Juli selepas prosesi ikrar pernikahan
Kebahagiaan Surdi dan dan Juli selepas prosesi ikrar pernikahan

Prosesi acara pernikahan Surdi dan Juliartini tidak seperti acara pernikahan pada umumnya. Seperti halnya prosesi pernikahan umat Budha lainnya, acara dilaksanakan Senin, 12 Desember 2016 kemarin di Vihara Kalyanaphala Semagek Dusun Sempak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Ikrar pernihakan yang dipimpin Romo Panditta PMy Dharmma Giri, PMd Kirdip S.PdB, PMy Jumarti dan PMd Awan Wahjono berlangsung cukup khidmat. Acara kemudian dilanjutkan dengan do’a dan berbagai siraman rohani dan saran pernikahan dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh pemuda, agama, dan tokoh masyarakat desa Tegal Maja, Tanjung. Setelah itu dilanjutan dengan Abhayadana atau pelapasan sepasang merpati sebagai makna dari menumbuhkan batin dan sikap kita sebagai manusia supaya lebih memberikan rasa aman, rasa nyaman dan menyelamatkan kehidupan makhluk. Maka dengan demikian kita bisa menghargai kehidupan kita sendiri termasuk mahluk lain.
Uniknya, selepas berbagai prosesi ritual agama dan budaya dalam pernikahan tersebut, kedua mempelai ini berinisiatif membumikan marwah ikatan suci pernikahan mereka dengan menanam bibit pohon Flamboyan di area Vihara tempat berlangsungnya pernikahan. Menurut Surdi, menanam pohon bukanlah suatu hal yang biasa dilakukan dalam prosesi pernikahan, Surdi berharap tumbuh kembangnya pohon flamboyan itu nantinya, akan menjadi saksi hidup ikatan suci pernikahannya dengan Juli. “Saya berinisiatif, karena manfaat penghijauan itu sendiri sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sejuk, segar, nyaman dan sehat. Di samping itu saya berharap supaya Generasi masa depan bisa mengikuti jejak seperti saat Ikrar pernikahan kami berdua”. Jelas Surdi saat seusai acara pernihakannya.

Abhayadana atau pelapasan sepasang merpati
Prosesi Abhayadana atau pelapasan sepasang merpati

Surdi penambahkan, inisiatif tersebut terisnpirasi dari gerakan teman-temannya yang saat ini sedang menggalakan program daulat pohon.
Tidak sedikit dari undangan yang hadir terkejut dan memberikan aplouse kepada kedua mempelai atas kepeduliannya berbagi kebahagiaan kepada lingkungan. “Semoga menjadi keluarga Hitta Sukhaya, dan pohon yang ditanam menjadi saksi kesucian cinta mereka”. Ucap Sutranto, salah satu kerabat Surdi.

*Cak