Daulat Pohon Merajut Hati BEM FH Unmas

  • Beranda
  • Daulat Pohon Merajut Hati BEM FH Unmas
5
November 14, 2016 Category: Argumentasi, Artikel, Ruang Warga

Perhimpunan penempuh rimba gunung dan konservasi lingkungan Pawang Rinjani kembali merajut hati dan peran serta masyarakat untuk menanam. Kemarin pagi, Minggu 13 November 2016 rombongan dari Pusat Kajian Hukum Adat dan Agraria (PKHAA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (FH UNMAS) Mataram berkunjung ke sekretariat Pawang Rinjani untuk bersama-sama menanam bibit pohon flamboyan di pesisir pantai dan sepanjang jalan Sorong Jukung, Tanjung, Lombok Utara.

Penandatanganan MoU oleh Ketua PKHAA I Wayan Suwanda, SH., MH dihadapan Ketua Pembina Pawang Rinjani
Penandatanganan MoU oleh Ketua PKHAA I Wayan Suwanda, SH., MH dihadapan Ketua Pembina Pawang Rinjani

Tak hanya itu, PKHAA FH UNMAS Mataram juga menjalin kerjasama mitra Daulat Pohon Pawang Rinjani sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu, “Pendidikan – Penelitian – Pengabdian pada masyarakat” selama tiga tahun.

Kedatangan mereka pun mendapat sambutan yang hangat dari Ketua Pembina Pawang Rinjani H. Djohan Sjamsu, SH dan para warga Pawang Rinjani yang sudah bersiap melakukan penanaman hari itu.

Dalam sambutannya, Ketua Pawang Rinjani memberikan simpati yang sangat dalam atas antusiasme para mahasiswa dan dosen FH UNMAS Mataram. “Sudah saatnya kita saling berbagi kepada msyarakat, apa yang bisa kita lakukan bagi kemaslahatan umat, mari kita lakukan”, tegas Dedi Pramuhadi.

Cike sapaan Ketua Pawang Rinjani menambahkan, bahwasannya kita tidak pernah menyadari, dengan menanam pohon dan merawatnya hingga tumbuh besar, kita sudah bersedekah oksigen bagi sesama makhluk hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua pembina Pawang Rinjani H. Djohan Sjamsu, SH menyampaikan pesan dan pengarahan kepada 20 mahasiswa dan dosen yang turut dalam kegiatan ini. Menurut Djohan Sjamsu, menumbuhkan kesadaran untuk menjaga pohon yang sudah ditaman memang tidak mudah, kita butuh proses dan harus bersabar. “Satu pohon saja, butuh waktu sampai empat puluh tahun untuk menumbuhkannya menjadi besar, namun untuk menebangnya kita hanya butuh waktu kurang dari satu jam”, tambahnya.

Wakil Ketua Pembina Pawang Rinjani Hafiz. S.Ip menanam bibit pohon flamboyan bersama Ketua BEM FH Unmas Kris
Wakil Ketua Pembina Pawang Rinjani Hafiz. S.Ip menanam bibit pohon flamboyan bersama Ketua BEM FH Unmas Kris

Sebelum penandatanganan MoU kemitraan antara PKHAA FH UNMAS Mataram dengan Pawang Rinjani, Ketua PKHAA FH UNMAS I Wayan Suwanda, SH., MH menyampaikan beberapa hal terkait programnya yang memang selaras dengan program Daulat Pohon Pawang Rinjani. Dikatakannya, tahun ini adalah tahun keempat dalam program penguatan komunitas masyarakat, yang mengangkat kearifan lokal sebagai prioritas studinya. “Kami berharap hubungan kemitraan ini tak hanya sampai tiga tahun saja, kami ingin terus bermitra untuk mewariskan tujuan pelestarian lingkungan ini kepada anak cucu kita kelak”, imbuhnya.

Berpose bersama selepas penanaman sepanjang pantai dan jalan sorong jukung tanjung
Berpose bersama selepas penanaman sepanjang pantai dan jalan sorong jukung tanjung

Lebih dari lima ratus bibit pohon flamboyan ditanam di sepanjang pantai dan jalan dusun Sorong Jukung, Tanjung. “Gak terasa ya, bibit pohon yang kita bawa sudah habis kita tanam”, celetuk Vidia mahasiswa asal Praya Lombok Tengah yang ikut dalam penanaman dari pagi sampai siang kemarin.

Cak*