Daulat Pohon Menyisir ke Leong, Pemerintah Jangan Mau Kalah

  • Beranda
  • Daulat Pohon Menyisir ke Leong, Pemerintah Jangan Mau Kalah
18
November 12, 2016 Category: Artikel

Tak berhenti hanya sampai di pantai Teluk Sedayu Lekok saja, Jum’at hingga Sabtu 28-29 oktober 2016 kemarin Perhimpunan Penempuh Rimba Gunung dan Konservasi Alam Pawang Rinjani kembali menyisir Dusun Leong, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara dalam rangkaian program Aplikasi Bersama Daulat Pohon.

Komunitas motor yang bersiap untuk mengawal bibit pohon Flamboyan menuju Leong
Komunitas motor yang bersiap untuk mengawal bibit pohon Flamboyan menuju Leong

Kegiatan yang rencananya akan dipusatkan di kawasan hutan lindung Leong dialihkan ke pemukiman warga di dusun Leong Tengah Desa Tegal Maja Tanjung. Menurut Ketua Pawang Rinjani, kendala ijin pengelolaan dari pihak Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Rinjani Barat yang menjadikan kegiatan ini dialihkan. “Kami belum berani melakukan kegiatan apa-apa di dalam kawasan hutan lindung leong sebelum ijin dari KPH Rinjani Barat diberikan”, ungkap pramuhadi.

Penanaman bbibit pohon Flamboyan sepanjang jalan Leong Tengah
Penanaman bbibit pohon Flamboyan sepanjang jalan Leong Tengah

Ditambahkan Pramuhadi, bahwa Leong mempunyai sejarah terbentuknya Pawang Rinjani. Sehingga hajatan Pawang Rinjani saat ini tertuju pada hutan Leong. Tak hanya penanaman Flamboyan di sepanjang jalan Dusun Leong Tengah saja, dalam gelaran kegiatan ini Pawang Rinjani juga mengadakan syukuran setahun berdirinya perhimpunan Pawang Rinjani, dengan prosesi acara selakaran atau cukur rambut Ketua Pawang Rinjani.

Ketua Pembina Pawang Rinjani H Djohan Sjamsu menyerahkan secara simbolis bibit pohon Flamboyan kepada perwakilan peserta daulat pohon
Ketua Pembina Pawang Rinjani H Djohan Sjamsu menyerahkan secara simbolis bibit pohon Flamboyan kepada perwakilan peserta daulat pohon

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Pembina Pawang Rinjani H Djohan Sjamsu, Ketua Komisi I DPRD KLU Ardianto, Kapolsek Tanjung M Purna, Kepala Desa Tegal Maja, Perwakilan Dinas Pariwisata KLU, Perwakilan dari PDAM KLU, tokoh muda inspiratif KLU dan komunitas pemerhati lingkungan dan penggiat alam terbuka se lombok.

Dalam sambutannya, Ardianto mengharapakan kegiatan seperti ini bisa menggugah hati masyarakat Leong pada khususnya, untuk tetap menjaga lingkungan dan kelestarian hutan.

Kapolsek Tanjung M Purna yang juga Anggota Pembina Pawang Rinjani, turut dalam penanaman pohon flamboyan
Kapolsek Tanjung M Purna yang juga Anggota Pembina Pawang Rinjani, turut dalam penanaman pohon flamboyan

Menurutnya, KLU masih tergolong sebagai kabupaten dengan tingkat angka kemiskinan yang tinggi, meskipun tiap tahunnya, angka tersebut selalu menurun. “Kemiskinan bukan serta merta tidak mempunyai uang, namun angka kemiskinan dilihat dari segi lingkungan, infrastruktur, pendidikan dan sosial”, jelasnya. Putra asli leong ini juga sangat mengharapkan peran serta perhimpunan Pawang Rinjani untuk terus bersinergi dengan masyarakat leong dalam membangun pertumbuhan kesadaran mencintai lingkungannya.

Dari kanan: Itratip, Ardianto, M Wildah
Dari kanan: Itratip, Ardianto, M Wildah

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pawang Rinjani, ¬†Itratip MT memaparkan beberapa hal mengenai dampak¬†penebangan pohon khusunya di wilayah hutan lindung. “Bencana adalah ekspresi bahasa manusia, bagi alam adalah ekpresi jujur dan normal untuk menjaga keseimbangannya.” Jelas Itratip yang juga Dekan Fakultas Tehnik Lingkungan Universitas Nadhlatul Ulama Mataram.

Cak*